Jumat, 22 Januari 2016

MENGENAL PRAMUKA PENEGAK

    Penegak adalah sebuah golongan setelah pramuka penggalang. Anggota pramuka Penegak berusia dari 16-19 tahun. Disebut Pramuka Penegak karena sesuai dengan kiasan pada masa Penegakan kemerdekaan bangsa Indonesia.
    Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Penegak disebut Sangga dan Kesatuan dari beberapa Sangga disebut Ambalan. Setiap Sangga beranggotakan 7-10 orang Pramuka Penegak dan dipimpin oleh seorang Pemimpin sangga yang dipilih oleh anggota sangga itu sendiri. Masing-masing Pemimpin sangga ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Sangga Utama yang disebut Pradana. Ambalan yang terdiri dari beberapa sangga tersebut dipimpin oleh seorang Pradana
Dalam Golongan Pramuka Penegak ada dua tingkatan, yaitu:
  1. Penegak Bantara
  2. Penegak Laksana
  Setiap anggota Penegak yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya yang dikenakan pada pundak berwarna dasar hijau. TKU untuk Penegak berbentuk sebuah tunas kelapa yang terlipat dua.
Kode Kehormatan bagi Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa, terdiri atas:
1.  Janji yang disebut Trisatya, selengkapnya berbunyi:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
  • Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
  • Menepati Dasadarma.
2.  Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:
Dasadarma
  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, trampil dan gembira.
  7. Hemat, cermat dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuataN
Sumber: http://pramuka.or.id

MENGENAL PRAMUKA SIAGA

Seperti yang kita ketahui Pramuka Siaga adalah pramuka yang berada pada tingkat paling awal di dalam pendidikan kepramukaan, barulah kemudian disusul oleh pramuka penggalang, pramuka penegak dan pandega. 
Untuk materi pramuka ini sendiri walaupun pramuka siaga lebih banyak bermain, namun pemahaman ini penting bagi pembina pramuka di dalam mengembangkan potensi peserta didik usia siaga. Lebih jelas dan lebih jauh mengenal pramuka siaga akan diulas pada artikel dibawah ini :

Apa Itu Pramuka Siaga

Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia. 

Tingkatan Dalam Pramuka Siaga

Seperti halnya pramuka penggalang dan penegak, pramuka siaga juga memiliki tingkatan di dalam SKUnya. Tingkatan pramuka siaga adalah sebagai berikut :
  • Siaga Tata
  • Siaga Mula
  • Siaga Bantu
Tanda Kecakapan Umum Pramuka Siaga
Tanda Kecakapan Umum Siaga

Kode Kehormatan Pramuka Siaga

Kode Kehormatan Pramuka Siaga adalah dwi satya dan dwi dhama yang berisi sebagai berikut :
 
Dwi Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh, 
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga. 
  • Setiap hari berbuat kebaikan.
Dwi Satya
  1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya. 
  2. Siaga itu berani dan tidak putus asa.
 Terima kasih telah membaca artikel di pramuka indonesia, semoga bermanfat. Salam Pramuka
Sumber:www.pramukaindonesia.com

SEJARAH BADEN POWELL

Sejarah Baden Powell yang menjadi Bapak Pramuka Sedunia (Chief Scout of the World) tidak bisa dipisahkan dari sejarah kepramukaan di dunia dan di Indonesia. Selain sebagai pendiri gerakan kepramukaan sedunia, pengalaman Lord Robert Baden Powell lah yang mendasari pembinaan remaja di Inggris yang kemudian berkembang dan diadaptasi sebagai sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.
Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau Baron Baden Powell I yang kemudian terkenal sebagai Baden Powell, BP, atau Lord Baden Powell, lahir di Paddington, London pada 22 Februari 185. Nama kecilnya Robert Stephenson Smyth Powell. Powell merupakan nama keluarga dari ayahnya, Baden Powell yang merupakan seorang pendeta dan dosen Geometri di Universitas Oxford. Sedangkan Smyth diambil dari nama ibunya, Henrietta Grace Smyth. Ayah Stephenson (Baden Powell) meninggal dunia saat Stephenson masih berusia 3 tahun.
Karena ditinggal mati oleh ayahnya sejak kecil, Robert Stephenson mendapatkan pendidikan watak dan aneka keterampilan dari ibu kakak-kakaknya. Peran ibu bagi Baden Powell bahkan pernah diungkap langsung oleh beliau dengan kalimat, “Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.”

Sejak kecil Baden Powell dikenal anak yang cerdas, gembira, dan lucu sehingga banyak disukai oleh teman-temannya. Di samping itu Baden Powell pun pandai bermain musik (piano dan biola), teater, berenang, berlayar, berkemah, mengarang, dan menggambar.

Baden Powell
Baden Powell

Setamat sekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Robert Stephenson (Baden Powel) mendapat beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Dan setelah dewasa, Baden Powell bergabung dalam ketentaraan Inggris. Beliau sering ditugaskan di luar Inggris seperti bergabung dengan 13th Hussars di India (1876), dinas khusus di Afrika (1895), memimpin Pasukan Dragoon V (1897), pemimpin resimen di Zulu Afrika Selatan (1880), Kepala Staf di Rhodesia Selatan (sekarang dikenal Zimbabwe) tahun 1896, memimpin The Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika Selatan (1899-1900).

Selama menjadi tentara, banyak hal yang dialaminya. Pengalaman itu diantaranya:
  1. Saat menjadi pembantu Letnan pada 13th Hussars yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
  2. Bersama The Mafeking Cadet Corp, mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, meskipun dikepung bangsa Boer selama 127 hari dalam kondisi kekurangan makan. Padahal The Mafeking Cadet Corp hanyalah pasukan pembawa pesan yang tidak berpengalaman menghadapi musuh.
  3. Mengadakan latihan bersama dan bertukar kemampuan survival dengan Raja Dinizulu di Afrika Selatan.
Berbagai pengalaman tersebut ditulis dalam buku berjudul 'Aids to Scouting' pada tahun 1899. Buku ini sebenarnya merupakan panduan bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugas penyelidik. Buku ini kemudian terjual laris di Inggris. Bahkan tidak hanya dibaca oleh para tentara saja tetapi digunakan juga oleh para guru dan organisasi pemuda.
Baden Powell
Baden Powell bersama pramuka
Melihat banyaknya pengguna buku 'Aids to Scouting', dan atas saran William Alexander Smith (Pendiri Boys Brigade; salah satu Organisasi Kepemudaan di Inggris) Baden Powell berniat menulis ulang buku tersebut untuk menyesuaikan dengan pembaca remaja yang bukan dari ketentaraan. Untuk menguji ide-ide barunya, pada 25 Juli - 2 Agustus 1907 Baden Powell menyelenggarakan perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda. Hingga pada tahun 1908 terbitlah buku 'Scouting for Boys' yang kemudian menjadi acuan kepramukaan di seluruh dunia.
Tahun 1910, atas saran Raja Edward VII, Baden Powell memutuskan pensiun dari ketentaraan dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal untuk fokus pada pengembangan pendidikan kepramukaan. 
Pada Januari 1912 Baden Powell bertemu dengan Olave St Clair Soames saat di atas kapal dalam lawatan kepramukaan ke New York. Mereka kemudian menikah pada tanggal 31 Oktober 1912. Mereka tinggal di Hampshire, Inggris dan dianugerahi 3 orang anak (satu laki-laki dan dua perempuan), yaitu: Arthur Robert Peter (Baron Baden-Powell II), Heather Grace (Heather Baden-Powell), dan Betty Clay (Betty Baden-Powell).
Baden Powell bersama istrinya, Olave Soames
Baden Powell bersama istrinya, Olave Soames
Tahun 1930-an Baden Powel mulai sakit-sakitan. Pada tahun 1939 Baden-Powell dan Olave memutuskan pindah dan tinggal di Nyeri, Kenya. Hingga pada tanggal 8 Januari 1941 Baden Powell meninggal dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri.
Semasa hidupnya Baden Powell mendapatkan berbagai gelar kehormatan, termasuk gelar Lord dari Raja George pada tahun 1929. Pun Baden Powell aktif menulis berbagai buku baik tentang kepramukaan, ketentaraan, maupun bidang lainnya. Beberapa buku tentang kepramukaan yang ditulisnya antara lain, Scouting for Boys (1908), The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (ditulis bersama Agnes Baden-Powell; 1912), The Wolf Cub's Handbook (1916), Aids To Scoutmastership (1919), Rovering to Success (1922), Scouting Round the World (1935) dll.
Itulah kisah atau sejarah Baden Powell, Sang Bapak Pramuka Sedunia yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kepramukaan dunia maupun di Indonesia. Tentang Sejarah Perkambangan Pramuka Dunia, Sejarah Perkembangan Pramuka di Indonesia, dan Daftar Lengkap Buku Karya Baden Powell akan ditulis dalam lain kesempatan
Sumber: http://pramukaria.blogspot.co.id

SEJARAH PRAMUKA INDONESIA

Sejarah Pramuka Indonesia


Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
sumber:http://pramuka.or.id/sejarah-pramuka-indonesia/

PENGETAHUAN KEPRAMUKAAN



1.     1.       PENGERTIAN LAMBANG GERAKAN PRAMUKa
Lambang adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang di miliki oleh pemilik lambang tersebut.
Lambangh Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini di ciptakan oleh Soenardjo Atmodipurwo, Seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga Tokoh pramuka. Lambang ini di pergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, Ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahi Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia Kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961
2.       ARTI KIASAN LAMBANG PRAMUKA
                   A.      Arti kiasan lambang Pramuka dunia.


 a.       Kompas : Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu/ Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
b.      Treefoil / Bunga dengan Tiga Ujung : Melambangkan tiga janji Pandu / Scout Promise
c.       Dua Bintang : melambangkan anggota Pandu/ Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
d.      Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : melambangkan bahwa sesama Pandu/ Pramuka mengadakan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar Pramuka di seluruh dunia.
e.      Warna :  Putih melambangkan jiwa yang berhati suci, sedangkan warna dasar ungu melambngkan bahwa Pandu/ Pramuka memiliki ketrampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.

B.      Arti kiasa lambang Pramuka Indonesia
1. Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas kelapa)
2. Buah nyiur tahan lama. ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani rohaninya kuat dan ulet.
3. Nyiur  dapat tubuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti, pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun.
4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, Setiap ppramuka memiliki cita - cita yang tinggi.
5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar - dasar yang kuat.
6. Nyiur pohon yang serbaguna. ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama
7. Lambang sepuluh api yang berkobar  melambangkan dasa darma
8. Padi dan kapas melambangkan kesuburan di bidang pangan dann sandang.
9. Bintang melambangkan lima Sila Pancasila
3.       KODE KEHORMATAN PRAMUKA
A.      Kode kehormatan pramuka yang terdiri atas janji yang di sebut satya dan ketentuan moral yang di sebut Darma merupakan prinsip dasar gerakan pramuka
B.      Kode Kehormatan pramuka merupakan kode etik anggota gerakan pramuka baik dalam Kehidupan Pribadi maupun Bermasyarakat sehari – hari. Inilah Kode kehormatan seorang pramuka:
a.       Kode kehormatan Pramuka siaga terdiri atas Dwi satya dan Dwi darma
b.      Kode kehormatan Pramuka penggalang terdiri atas Trisatya dan Dasadarma
c.       Kode kehormatan Pramuka Penegak,  Pramuka Pandega, dan Anggota Dewasa Gerakan pramuka  terdiri atas Trisatya dan Dasadarma
C.      Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang di sebut Satya adalah:
a.       Untuk Pramuka Siaga:
Dwi Satya
Aku Berjanji akan bersungguh – sungguh
-          Menjalankan kewajibanku terhadap tuhan dan Negara kesatuan Republik indonesia dan Menurut aturan Keluarga
-          Setiap hari berbuat kebaikan.
b.      Untuk Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, dan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka:
Tri Satya
Demi Kehormatanku aku berjanji akan bersungguh – sungguh
-          Menjalankan Kewajibankuterhadap tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan pancasila.
-          Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
-          Menepati Dasadarma
D.      Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan moral yang Darma adalah:
a.       Untuk Pramuka Siaga:
Dwi dharma
-          Siaga Berbakti Kepada Ayah Ibundanya
-          Siaga Berani dan tidak putus asa
b.      Untuk Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, dan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka:
Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu:
1.       Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.       Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.       Patriot yang sopan dan kesatria.
4.       Patuh dan suka bermusyawarah.
5.       Rela menolong dan tabah.
6.       Rajin, Terampil dan gembira.
7.       Hemat, Cermat dan Bersahaja.
8.       Disiplin, Berani dan setia.
9.       Bertanggung jawab dan dapat di percaya.
10.   Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
4.       MOTTO GERAKAN PRAMUKA
-          Motto Gerakan Pramuka Dunia adalah:
-          Motto Gerakan Pramuka Indonesia adalah:
“SATYAKU KUDHARMAKAN, DHARMAKU KUBAKTIKAN”
Artinya:
5.       Salam Pramuka
Salam digunakan apabila bertemu seseorang dengan maksud untuk mempererat hubungan dan rasa persaudaraan, saling menghargai, menghormmati, mendo’akan dan meningkatkan kedisiplinan.
Dalam Pramuka ada 3 Jenis Salam yang wajib di ketahui:
1.       Salam Biasa, Di gunakan apabila bertemu sesama anggota pramuka dan wajib memberi salam adalah orang yang pertama melihat kawannya.
2.       Salam hormat, Salam ini di gunakan apabila melihat Presiden, orang yang wajib kita hormati, Bendera Merah Putih, Melihat zenajah dan mendengar lagu kabangsaan.
3.       Salam janji, Di gunakan apa bila seorang Pramuka di lantik untuk naik tingkatan ke tingkat lebih tinggi.


TARGET KEPRAMUKAAN

1. Kepramukaan adalah kaum muda anggota muda Gerakan pramuka yang di golongkan menjadi:
   1) "S"   = PRAMUKA SIAGA berusia 7 s.d 10 Tahun
   2) "G"  = PRAMUKA PENGGALANG berusia 11 s.d 15 Tahun
   3) "T"   = PRAMUKA PENEGAK berusia 16 s.d 20 Tahun
   4) "D"  = PRAMUKA PANDEGA berusia 21 s..d 25 Tahun

      a.      Pramuka siaga di himpun dalam kelompok kecil atau satuan kecil yang di sebut  dengan
               BARUNG. Barung di pimpin oleh PEMIMPIN BARUNG yang di pilih secara musyawarah/ 
              demokratis oleh anggota barung. Barung di himpun dalam PERINDUKAN SIAGA
b.     Pramuka Penggalang di himpun dalam Kelompok Kecil atau satuan kecil yang di sebut dengan 
        REGU. Regu di pimpin oleh PEMIMPIN REGU yang di pilih secara musyawarah / demokratis 
        oleh anggota regu. Regu di himpun dalam PASUKAN PENGGALANG.
c.      Pramuka Penegak di himpun dalam kelompok kecil atau satuan kecil yang di sebut dengan 
        SANGGA. Sangga di pimpin oleh pemimpin sangga yang di pilih secara musyawarah/ demokratis 
        oleh anggota sangga. Sangga di himpun dalam AMBALAN PENEGAK.
d.     Pramuka pandega dihimpun dalam kelompok kecil atau satuan kecilyang di sebut REKA. Reka di 
        pimpin oleh pemimpin reka yang di pilih secara musyawarah / demikratis oleh anggota reka. Reka 
        di himpun dalam RACANA PANDEGA.
Sumber: http://bungasatrianetwor.blogspot.co.id